Mengolah makanan untuk dikonsumsi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pada umumnya cara memasak yang paling digemari adalah digoreng. Namun tahukah Anda bahwa cara mengolah makanan dapat berpengaruh pada kandungan gizi dalam makanan? Lantas apa metode masak terbaik dalam mempertahankan kandungan gizi pada makanan?

Selain digoreng, cara memasak yang umum digunakan adalah direbus, dikukus, dipanggang, dan dibakar. Alasan umum yang menjadikan makanan digoreng disukai banyak orang adalah rasa gurih pada makanan dengan teksturnya yang renyah.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan berbagai teknik memasak makanan yang sering kita gunakan.

Goreng

Salah satu makanan yang digoreng paling banyak penggemar adalah ayam goreng. Teknik memasak satu ini disukai karena menjadikan makanan renyah, matang seluruhnya, dan cenderung gurih. Selain itu kandungan vitamin C dan vitamin B pada makanan yang digoreng masih bisa terjaga.

Menggoreng tentu saja membutuhkan minyak, dan jika dipanaskan terlalu tinggi maka akan mengakibatkan minyak mengandung racun aldehida yang menjadi pemicu kanker dan penyakit jantung. Menggoreng makanan juga mengakibatkannya mengandung banyak lemak trans dan kalori.

Untuk menjaga kesehatan, gunakanlah minyak sehat seperti minyak zaitun. Jangan gunakan minyak berulang kali untuk menghindari aldehida. Saat proses menggoreng juga jangan terlalu lama, dan pastikan makanan yang digoreng ditiriskan agar kering dari minyak.

Tumis

Tumis adalah teknik memasak yang hampir sama dengan menggoreng. Namun menumis makanan lebih sehat dari pada menggoreng karena menggunakan sedikit minyak dan waktu yang lebih sedikit. Teknik ini juga bisa lebih menjaga kandungan gizi pada makanan.

(baca : Resep Tumis Ayam Tahu Telur)

Kekurangan pada teknik menumis pada umumnya sama seperti menggoreng yang menggunakan minyak. Gunakan saja minyak sehat seperti zaitun untuk mengurangi resiko penyakit yang bisa ditimbulkan.

Rebus

Merebus makanan adalah cara memasak yang lebih sehat dibandingkan dengan menggoreng. Pada umumnya makanan yang direbus akan terjaga kandungan gizinya, asalkan tidak terlalu lama dengan suhu tinggi.

Vitamin C yang banyak ditemukan pada sayuran bisa menghilang sebanyak 50% jika direbus lama dengan suhu tinggi. Salah satu makanan yang bagus jika direbus adalah ikan. Kandungan asam lemak omega-3 akan tetap terjaga saat direbus.

Bakar

Makanan yang dimasak dengan dibakar menjadi salah satu yang disukai banyak orang selain digoreng. Teknik ini biasa digunakan untuk memasak dengan bahan daging, seperti sate dan daging atau ayam bakar.

Makanan yang dibakar sendiri memang sudah diketahui bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Apalagi makanan yang dibakar hingga menimbulkan kerak hitam akibat dibakar terlalu lama. Pembakaran dengan arang atau kayu bakar bisa menimbulkan partikel hidrokarbon berbahaya bagi tubuh.

Pada dasarnya mengonsumsi makanan yang dibakar diperbolehkan asal tidak terlalu sering. Selain itu juga proses membakar perlu diperhatikan agar tidak terlalu lama dan menimbulkan kerak hitam.

Panggang

Memanggang makanan memang akan memberikan rasa yang khas saat dinikmati. Namun dengan suhu panas yang tinggi pada makanan mengakibatkan kandungan gizinya hilang secara drastis. Pemanggangan juga mengakibatkan partikel hidrokarbon yang berpotensi menyebabkan kanker.

Kukus

Mengukus adalah cara masak terbaik untuk menjaga kandungan gizi dalam makanan. Namun yang banyak dikeluhkan dari mengukus makanan adalah rasanya yang hambar.

Kekurangan tersebut tentu bisa disiasati dengan menambahkan bumbu masak pada makanan. Menambahkan bumbu untuk menyedapkan rasa pada masakan tentu mudah dilakukan, apalagi kandungan gizi pada makanan yang kita konsumsi masih terjaga.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari teknik memasak di atas, kita hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan karena tidak semua bahan makanan cocok dengan satu teknik memasak. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam memasak dengan teknik apapun adalah jangan berlebihan.

Meskipun mengukus adalah teknik terbaik dalam menjaga kandungan gizi pada masakan, namun jika mengukus terlalu lama juga bisa menghilangkan kandungan tersebut. Kita hanya perlu menyesuaikan saja bahan makanan dan teknik memasak untuk bisa menikmati masakan yang lezat dan sehat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.