Nasi goreng merupakan salah satu makanan populer di Indonesia. Kita bisa dengan mudah mendapatkan nasi goreng yang dijual mulai dari gerobak pinggir jalan hingga restoran kelas atas sekalipun. Namun tahukah bahwa membuat nasi goreng ternyata menggunakan ilmu fisika?

Saat proses pembuatan nasi goreng, di berbagai restoran tentu kita tahu akan melemparkan nasi dari wajan ke udara. Dalam jurnal berjudul “The physics of tossing fried rice“, Hungtang Ko dan David L. Hu telah meneliti gerakan kinematika yang dilakukan para chef selama memasak nasi goreng.

Analisa yang dilakukan menghasilkan model matematika dalam gerakan kinetik yang dilakukan oleh para chef saat melempar nasi yang diberi nama kinematika. Untuk membuat nasi goreng lezat, para chef melakukan gerakan tertentu yang dilakukan sekitar tiga kali per detik.

Ilmu-Fisika-Nasi-Goreng
Model Matematika Pembuatan Nasi Goreng (foto:Journal of the Society Interface)

Dari model hasil analisa gerakan yang dilakukan para chef, peneliti memberikan kemungkinan kinematika dalam tiga metrik, yakni proporsi nasi yang dilemparkan, ketinggian terbangnya, dan perpindahan sudut nasi. Selama melempar nasi ke udara, para chef juga secara bersamaan menggeser wajan ke depan dan ke belakang, seraya mengayunnya ke sana kemari menggunakan tepi kompor sebagai tumpuan.

(baca : Resep Nasi Goreng Kari Kambing)

Sejatinya semua gerakan tersebut selain untuk mengaduk nasi agar tercampur rata dengan bumbunya, gerakan itu juga bertujuan agar nasi tidak gosong terbakar suhu yang mencapai 1200 derajat celcius selama memasak. Tak heran gerakan tersebut dilakukan dengan begitu cepat.

Wajan yang berat dan gerakan cepat ini membuat bahu para chef kesakitan, apalagi teknik memasak seperti ini juga digunakan hampir pada semua masakan. Peneliti sendiri berharap hasil penelitian yang dilakukannya ini bisa menjadi referensi dalam pembuatan robot untuk mengurangi beban kerja para chef di industri kuliner.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.