Garam dan Gula Berbahaya Untuk MPASI? Ini Faktanya!

Garam dan Gula Berbahaya Untuk MPASI? Ini Faktanya!

Usia sang buah hati yang sudah menginjak usia 6 bulan membuat para orang tua bersiap untuk memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebagai pelengkap nutrisi bagi tubuh bayi. Namun terkadang para orang tua baru bingung untuk memberikan makanan kepada bayi. Apalagi ada anggapan tidak boleh memberikan garam dan gula pada MPASI. Benarkah garam dan gula berbahaya untuk MPASI?

Memberikan MPASI pertama kali untuk bayi biasanya terdapat penolakan karena mungkin merasa berbeda dengan ASI yang ia konsumsi. Tekstur dan rasa baru tentu membutuhkan adaptasi bagi sang bayi. Meskipun pengecapnya belum sempurna, namun pada umumnya, bayi sudah bisa mengenal rasa pada usia 7 atau 8 bulan.

Lantas bagaimana cara membuat bayi mau konsumsi MPASI? Apakah boleh ditambahkan garam dan gula untuk menambah rasa pada MPASI? Berdasarkan pernyataan dari dr. Reisa Broto Asmoro (dr. OZ Indonesia), yang dikutip dari HaiBunda, penggunaan garam dan gula untuk MPASI di bawah 1 tahun boleh dilakukan jika bayi tidak maun makan MPASI dengan rasa hambar tanpa bumbu.

Meskipun diperbolehkan, namun perlu diperhatikan takaran yang digunakan dalam MPASI. Berdasarkan American Heart Association Guidelines, bayi denga usia 6 – 8 bulan hanya boleh mendapat ½ -1 sdt gula per hari, sedangkan bayi 8 – 12 bulan hanya boleh ½ -1 ½ sdt gula per hari. Berbeda dengan gula, garam hanya boleh diberikan hanya sedikit saja karena pada dasarnya kandungan sodium sudah didapatkan dari ASI.

Demi kebaikan sang buah hati memang sebaiknya penggunaan garam dan gula pada usia di bawah 1 tahun memang dihindari jika bayi bisa mengonsumsi MPASI tanpa gula dan garam. Penggunaan garam dan gula hanya sebagai perangsang bagi bayi yang enggan mengonsumsi MPASI hambar. Untuk memberikan tambahan rasa sebenarnya bisa menggunakan bahan-bahan lain seperti bawang, oregano, basil, daun salam dan sereh. Selain itu juga bisa menggunakan kaldu MPASI untuk menambahkan rasa pada makanan sang buah hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.