Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan hidangan ketupat bersama opor, atau hidangan lain dengan bahan daging. Hidangan yang menggoda selera ini terkadang membuat orang kesulitan untuk mengontrol perilaku makan, apalagi setelah sebulan berpuasa.

Momen lebaran memang banyak digunakan sebagai momen balas dendam dengan makan sepuasnya. Padahal kita tetap harus menyesuaikan kembali pola makan setelah bulan ramadhan berakhir.

Selain makanan berat berbahan daging, godaan lainnya berasal dari makanan kecil seperti kue kering. Meski terlihat sepele, nyatanya kue kering bisa mengandung banyak kalori dalam satu buah saja. Apalagi jika sekali makan bisa menghabiskan beberapa buah kue.

Ikutilah beberapa tips makan sehat setelah lebaran berikut agar kondisi tubuh di tengah pandemi selalu terjaga dengan baik :

Batasi Makanan Berminyak dan Tinggi Lemak

Hidangan yang biasa disajikan saat lebaran seperti opor ayam atau rendang mengandung minyak yang cukup tinggi. Jika masih tetap ingin menikmatinya, pastikan untuk membatasi jumlah yang dikonsumsi. Selain itu bisa menyiasatinya dengan memakan bagian tertentu yang mengandung lebih sedikit lemak.

Batasi Makanan Manis

Kue kering menjadi salah satu hidangan yang wajib saat lebaran. Setiap rumah bisa kita temukan kue kering yang disajikan untuk tamu saat bersilaturahmi. Gula merupakan salah satu dari tiga komponen yang harus selalu kita kontrol dalam makanan selain garam, dan lemak.

Dalam satu buah kue nastar saja kita bisa mendapatkan 40 kalori, bayangkan berapa banyak kalori yang bisa kita dapatkan jika tidak berhenti makan kue kering dalam sehari.

Hati-hati dengan Makanan Bersantan

Masakan yang menjadi sajian khas lebaran seperti opor, rendang, kari, dan gulai mengandung santan. Santan sendiri mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, selain itu lemak jenuh juga terdapat pada daging ayam, dan daging merah yang menjadi bahan hidangan lebaran di atas.

Lemak jenuh sendiri bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Dampak berbahaya seperti tekanan darah tinggi, asam lambung meningkat, stroke ringan, hingga gangguan jantung, bisa disebabkan oleh konsumsi makanan dengan lemak jenuh berlebihan.

Lengkapi dengan Sayur dan Buah

Mengonsumsi opor, gulai, kari, dan rendang memang sulit terhindarkan saat lebaran. Selain mengatur porsi, kita juga bisa melengkapinya dengan sayur dan buah agar bisa mengurangi resiko yang bisa berbahaya.

Menambahkan sayur pada makanan bisa membuat rasa kenyang lebih lama karena seratnya. Hal ini bisa mencegah kita untuk makan secara berlebihan. Sedangkan buah bisa mengimbangi makanan dengan lemak tinggi pada masakan lebaran.

(baca : Resep Tumis Cabai Brokoli)

Tips di atas bisa dilakukan untuk mengatur makan sehat setelah lebaran. Jangan lupa juga untuk menjaga cairan tubuh agar selalu terhidrasi. Setelah berpuasa mengakibatkan kadar glikogen meningkat, sehingga perlu banyak air agar kembali normal.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.