Bencana banjir yang menerjang wiliyah Jabodetabek, Banten, dan daerah lainnya di awal tahun 2020 ini tentu menimbulkan kerugian besar. Selain menimbulkan kerusakan pada berbagai hal, banjir bahkan bisa merenggut nyawa. Korban selamat juga masih mendapat ancaman dari berbagai penyakit yang timbul pasca banjir.

Tetap menjaga kesehatan perlu diperhatikan dengan serius agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa datang pasca banjir. Kondisi banjir memang menjadi kondisi terbaik bagi bakteri dan virus untuk berkembang dan menyebarkan penyakit.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa terjadi pasca banjir dan cara mengobatinya :

Diare

Diare bisa muncul akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri yang dibawa banjir. Maka perlu diperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi harus benar-benar steril agar tidak mengakibatkan diare. Bahkan makanan dalam kemasan karton seperti susu, atau plastik tipis seperti mie instan sebaiknya tidak dikonsumsi.

Mengobati diare sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mengonsumsi air atau jus buah sendiri bisa membantu untuk meredakan diare dan menghindari dehidrasi. Selain itu mengonsumsi sup kuah kaldu ayam juga bisa mengatasi diare. Kuah sup bisa menggantikan kekurangan cairan, apalagi kaldu rebusan daging ayam lebih mudah dicerna tubuh. Kebutuhan nutrisi juga terpenuhi dengan daging ayam dan potongan berbagai macam sayuran dalam sup kuah kaldu ayam.

Penyakit Kulit

Kotornya air banjir tentu membawa bakteri dan virus yang bisa mengakibatkan penyakit. Bakteri tersebut bisa menimbulkan berbagai penyakit kulit seperti dermatitis kontak, infeksi jamur, infeksi bakteri, hingga trauma yang disertai infeksi sekunder pada kulit. Penyakit kulit ini terjadi akibat kulit yang kontak langsung dengan air banjir, sehingga sebisa mungkin untuk menghindari air banjir. Namun jika tidak bisa maka harus diperhatikan kebersihan kulit setelah terkena air banjir agar mencuci bersih dengan sabun anti septik.

Jika mengalami infeksi jamur pada kulit, sebaiknya segera mengonsumsi obat anti jamur. Kunyit juga bisa dijadikan alternatif pengobatan dermatitis atau eksim. Kandungan curcumin di dalamnya memiliki sifat anti-inflamasi dan bakterisida yang membantu mengobati peradangan dan gatal kulit.

Malaria

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Kondisi pasca banjir yang terdapat banyak genangan air kotor sisa banjir bisa menjadi sarang pengembangbiakan nyamuk. Malaria sendiri bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapatkan penanganan yang benar.

Untuk mencegah terjadinya malaria kita harus membersihkan lingkungan pasca banjir agar terbebas dari bakteri dan virus yang dibawa banjir, dan juga tidak ada genangan air tersisa. Selain itu bisa melakukan upaya untuk menghindari nyamuk dengan krim atau semprotan anti nyamuk. Kita juga bisa meminta kepada dokter untuk diberikan resep obat antimalaria.

Namun jika sudah terjangkit malaria, maka harus segera mendapat penanganan yang baik. Menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bernutrisi. Berdasarkan jurnal Archives of Disease in Childhood, sup kuah kaldu bisa menangkal penyakit malaria. Jadi selain mengatasi diare, dengan mengonsumsi sup kuah kaldu ayam bisa membantu mengatasi malaria. Bahkan sup kuah kaldu sapi, tulang, ataupun kaldu sayuran seperti kaldu jamur bisa menjadi alternatif.

Itulah beberapa penyakit yang bisa terjadi pasca banjir. Pastikan untuk membersihkan rumah dan barang-barang yang ada di dalamnya. Selain itu juga jaga kebersihan lingkunga agar terhindar dari penyakit di atas.

foto : ANTARA

Kategori: Blog

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.